Rabu, 25 Februari 2015

Pentingnya Mendengar dan Menyimak dalam Proses Pempelajaran




Mendengar dan menyimak bukanlah dua hal yang sama, walupun keduanya berhubungan satu dengan yang lainnya. Secara sederhana dapat dipahami bahwa mendengar merupakan proses fisiologi sedangkan menyimak merupakan proses psikologi.
Perlu diketahui bahwa mendengar dan menyimak merupakan proses belajar dan komunikasi. Suatu pengkodean atau informasi mampu dipahami  dipengaruhi oleh kemampuan si pengirim untuk mengirim informasi dengan jelas dan logis. Sedangkan kemampuan mengerti pesan atau informasi yang terkirim dipengaruhi oleh kemampuan penerima memahaminya. Efesiansi komunikasi juga dipengaruhi oleh perjalan pesan dari pengirim ke penerima. Hambatan  penerima. atau kemacetan dalam komunikasi audio juga bisa terjadi pada tahap apa saja dalam proses enkoding, mendengar, menyimak, dan dekoding. Contohnya, level kosa kata pesan mestinya sama dengan level kosa kata penerima. Transmisi dan resepsi bisa dihambat oleh sejumlah kendala yaitu:
1.      Volume suara mungkin terlalu rendah atau terlalu tinggi.
2.      Suara yang terus menerus monoton dapat menyebabkan keletihan pendengaran.
3.      Kemampuan individu untuk mendengar bisa dirusakkan secara fisik.

Sampai saat ini sering pada saat pembelajaran cenderung yang sering diperhatikan adalah kegiatan  membaca dan menulis, sedangkan kegiatan mendengar dan menyimak sering kali diabaikan.  Sekarang para edukator telah mengenal menyimak sebagai salah satu keterampilan yang sama penting dengan keterampilan lainnya. Sebelum tahap menyimak bahwa kegiatan mendengar merupan fondasi dari kegiatan menyimak. Sehingga sebelum kegiatan menyimak dapat dipastikan terlebih dahulu bahwa semua siswa mampu untuk mendengar dengan normal.

Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kegiatan menyimak siswa yaitu: 
 1. Guide listening. Yaitu memberikan beberapa tujuan atau  pertanyaan sebelumnya, mulai dari pertanyaan yang sederhana berangsur meningkatkan panjang, jumlah, dan kompleksitas tujuan atau pertanyaan.
2.      Give direction. Memberikan petunujuk-petunjuk kepada siswa secara individu atau kelompok melalui audiotipe. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengikuti petunjuk-petunjuk tersebut. Dengan hanya disampaikan sekali tanpa pengulangan. Sehingga siswa dapat menghargai waktu dan memperkuat insentif untuk menyimak.
3.      Ask student to listen for main idea, detail, or inferences. Pengulasan penyampaiaan lisan yang telah disampaikan untuk mengulang kembali sesuai dengan apa yang didengar oleh siswa.
4.      Use context in listening. Meyimak kata-kata yang disampaikan dengan media audio. Dengan menyimak kata-kata yang hilang kemudian melengkapi kata-kata yang hilang tersebut.
5.      Analyze the structureof a presentation. Tugaskan sisiwa untuk membuat garis besar presentasi. Kemudian kita dapat mengetahui seberapa mampu siswa dalam melihat ide-ide pokokdan mengidentifikasi sub topik.
6.      Distinguish between relevant and irrelevant information. Setelah mendengar presentasi lisan, tugaskan siswa untuk mengidentifikasi main idea dan kemudian menilai semua ide

 Hal semacam ini akan menambah kemampuan dan pengetahuan siswa terhadap rangsangan bahan ajar yang diajarkan demi untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kelas.

Selasa, 24 Februari 2015

Sajak Abdi Kucor

                  Titip Rindu Buat Bapak  
                             Abdi Kucor


                                              Teruntuk; M
Terserat bercak tinta nyelerak barisan kata
pada kertas bergaris
Rangkain  bahagia tak bernah terbesit namamu
karena nyelinap antar celah, lembah
tak tahu
Apa tangis kau dapat?
Atau nikmat?
Sedang ingsun bergerak tak berarah
Namamu muncul pada dinding rasa tergores luka
Ketika kanvas tak setajam warna
Saat jalan becek tam mudah ditapak
Saat harap tak sejalan nyata
Namamu ngelebat pada awang rasa
              Sedang apa kau Bapak?
               Belajar dari gigihmu perjuangkan komitmen syariat
               Nelaah lakumu ala padhuka
               santunmu budaya Jawa
                Engkau didik anak-anakmu dengan laku sederhana

Maaf jika hantaranku berbuah siksa
Semoga engkau tenang ditimangan-Nya; Al-Fatihah!

Babat, 12 Desember 2014

Sajak Abdi Kucor

           Ziarah Rasa
               Abdi Kucor


Pagi, serunai kasih menyejarah kata
dentum gendang genderang
menggoyang kegalauan
Serca cahaya pujapuji pupus dan
kering oleh sinar mentari
sedang kopi hangat ratu semalam kini basi
         basi oleh rayuan
         basi oleh gelora
         basi oleh janji
         iya, janji

Babat, 21 Desember 2014