Mendengar
dan menyimak bukanlah dua hal yang sama, walupun keduanya berhubungan satu
dengan yang lainnya. Secara sederhana dapat dipahami bahwa mendengar merupakan
proses fisiologi sedangkan menyimak merupakan proses psikologi.
Perlu
diketahui bahwa mendengar dan menyimak merupakan proses belajar dan komunikasi.
Suatu pengkodean atau informasi mampu dipahami
dipengaruhi oleh kemampuan si pengirim untuk mengirim informasi dengan
jelas dan logis. Sedangkan kemampuan mengerti pesan atau informasi yang
terkirim dipengaruhi oleh kemampuan penerima memahaminya. Efesiansi komunikasi
juga dipengaruhi oleh perjalan pesan dari pengirim ke penerima. Hambatan penerima. atau kemacetan dalam komunikasi
audio juga bisa terjadi pada tahap apa saja dalam proses enkoding, mendengar,
menyimak, dan dekoding. Contohnya, level kosa kata pesan mestinya sama dengan
level kosa kata penerima. Transmisi dan resepsi bisa dihambat oleh sejumlah
kendala yaitu:
1. Volume
suara mungkin terlalu rendah atau terlalu tinggi.
2. Suara
yang terus menerus monoton dapat menyebabkan keletihan pendengaran.
3. Kemampuan
individu untuk mendengar bisa dirusakkan secara fisik.
Sampai saat ini sering pada saat pembelajaran cenderung yang sering diperhatikan adalah kegiatan membaca dan menulis, sedangkan kegiatan mendengar dan menyimak sering kali diabaikan. Sekarang para edukator telah mengenal menyimak sebagai salah satu keterampilan yang sama penting dengan keterampilan lainnya. Sebelum tahap menyimak bahwa kegiatan mendengar merupan fondasi dari kegiatan menyimak. Sehingga sebelum kegiatan menyimak dapat dipastikan terlebih dahulu bahwa semua siswa mampu untuk mendengar dengan normal.
Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kegiatan menyimak siswa yaitu:
1. Guide listening. Yaitu memberikan beberapa tujuan atau pertanyaan sebelumnya, mulai dari pertanyaan yang sederhana berangsur meningkatkan panjang, jumlah, dan kompleksitas tujuan atau pertanyaan.
Sampai saat ini sering pada saat pembelajaran cenderung yang sering diperhatikan adalah kegiatan membaca dan menulis, sedangkan kegiatan mendengar dan menyimak sering kali diabaikan. Sekarang para edukator telah mengenal menyimak sebagai salah satu keterampilan yang sama penting dengan keterampilan lainnya. Sebelum tahap menyimak bahwa kegiatan mendengar merupan fondasi dari kegiatan menyimak. Sehingga sebelum kegiatan menyimak dapat dipastikan terlebih dahulu bahwa semua siswa mampu untuk mendengar dengan normal.
Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kegiatan menyimak siswa yaitu:
1. Guide listening. Yaitu memberikan beberapa tujuan atau pertanyaan sebelumnya, mulai dari pertanyaan yang sederhana berangsur meningkatkan panjang, jumlah, dan kompleksitas tujuan atau pertanyaan.
2.
Give
direction. Memberikan petunujuk-petunjuk kepada siswa secara
individu atau kelompok melalui audiotipe.
Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengikuti petunjuk-petunjuk tersebut.
Dengan hanya disampaikan sekali tanpa pengulangan. Sehingga siswa dapat
menghargai waktu dan memperkuat insentif untuk menyimak.
3.
Ask
student to listen for main idea, detail, or inferences. Pengulasan
penyampaiaan lisan yang telah disampaikan untuk mengulang kembali sesuai dengan
apa yang didengar oleh siswa.
4.
Use
context in listening. Meyimak kata-kata yang disampaikan
dengan media audio. Dengan menyimak kata-kata yang hilang kemudian melengkapi
kata-kata yang hilang tersebut.
5.
Analyze
the structureof a presentation. Tugaskan sisiwa untuk
membuat garis besar presentasi. Kemudian kita dapat mengetahui seberapa mampu
siswa dalam melihat ide-ide pokokdan mengidentifikasi sub topik.
6.
Distinguish
between relevant and irrelevant information. Setelah
mendengar presentasi lisan, tugaskan siswa untuk mengidentifikasi main idea dan
kemudian menilai semua ide
Hal semacam ini akan menambah kemampuan dan pengetahuan siswa terhadap rangsangan bahan ajar yang diajarkan demi untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar