Kahlil Gibran:
Seniman, Penyair dan Pengarang Besar
Kahlil
Gibran lahir pada 6 Januari 1883 dan meninggal pada 10 April 1931. Ia merupak
seorang seniman, penyair, dan pengarang besar dari Lebanon. Di usinya yang
ke-10 tahun ia hijrah bersama ibu dan adik perempuannya ke Boston, Amerika
Serikat.
Gibran
kecil mengalami kekejutan budaya, seperti yang banyak di alami oleh para
imigran lain. Di sisnilah Gibran mengalami alkuturasi bahasa. Tetapi hal
semacam ini tidak terjadi lama, karena selanjutnya Gibran kembali ke Bairut,
setelah ke Bairut Gibran dikirim ke Paris untuk melanjutkan pendidikannya.
Gibran
merupakan penyair yang sangat produktif. Buku-bukunya merupakan buku terlaris
internasional selama kurang lebih lima puluh tahun. Puisi-puisi dan
karya-karyanya dibumbui dengan bungkul-bungkul kearifan. Dan juga tentang
cinta, menyintai alam atau orang sekitar. Gibran juga menulis tentang
pemerintahan. Gibran juga menulis drama Spirit
Rebellious yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras
untuk menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Pernah juga tulisan Gibran
ini membuat ia menerima hukuman dengan dikucilkan dari Gereja Moronite. Akan
tetapi pada akhirnya sindiran-sindiran Gibran tersebut dianggap sebagai harapan
dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Gibran
mengalami banyak peristiwa ketika dia mendapatkan kabar kalau adik perempuannya
yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal dunia disebabkan penyakit
TBC. Begitu pun dengan kakaknya yang biasa menjadi tumpuan keluarga telah
meninggal juga karena penyakit TBC dan
ibunya yang juga mengalami tumor ganas dan akhirnya meninggal.
Asmara
Gibran juga tidak berlangsung mulus, ketika ia menyintai seorang gadis cantik,
tetapi ada kendala yaitu orang tua perempuan tersebut tidak menyetujui hubungan
mereka. Karena gibran masih terlalu miskin. Kemudian, Gibran memulai
surat-menyurat dengan gadis lain sampai ia merasakan jatuh cinta kembali, namun
kembali gagal karena kemiskinanlah yang membatasi.
Dari
dua kali hubungan cinta yang kandas di tengah jalan, malah justru yang
menginspirasi seorang Gibran untuk menulis novel dengan judul Sayap-sayap
Patah. Dari novel inilah Gibran menghasilkan royalti kurang lebih dua juta
dolar. Sebelum tahun 1912 Broken Wings
telah diterbitkan dalam bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma
Karimi kepada seorang muridnya.
Proses
suksesnya Gibran tidak lepas dari peran adik perempuannya Marianna, karena sang
adik yang membiayai penerbitan karya-karya Gibran ketika mereka jatuh miskin. Uang
dari hasil kerja menjahit di Miss Teahan’s Gown. Berkat kerja keras adiknya
Gibran dapat meneruskan karier kesenian dan kesusastraannya.
Karya-karya
Gibran diantaranya Twenty Drawing
tahun 1919, The Forerunne tahun 1920,
dan Sang Nabi tahun 1923. Sand and Foam tahun 1926, Jesus the Son of Man tahun 1928. Ia juga
membacakan naskah drama tulisnya, yang berjudul Lazarus pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran
meneyelesaikan The Earth Gods pada
tahun 1931. Karya yang lain yang tak kalah hebat adalah The Wanderer, yang selama ini ada di tangan Merry, diterbitkan
tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. juga tulisannya yang lain yang
berjudul The Gardenof the Propeth.
Puisi-puisi
Karya Kahlil Gibran
SENANDUNG CINTA
Cipt. Khalil Gibran
Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu
nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
nada kasih mengalir menembus sukma
menyentuh batin mengalirkan sayang
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
sungguh.. betapa segala resah mendesah
bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian
untuk siapa nada ini kan menyapa
Di relung jiwa bersemayam segala rasa
terhempas risau melayang hilang
menjelajah hati menjawab tanya
hadir membayang dalam bayang-bayang
Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya
nyata terasa getaran di jiwa
bening air mata berkaca-kaca
bak air telaga memantulkan gemerlap bintang
Sendu merayu di tengah heningnya malam
bercengkrama bersama titik-titik embun
membongkar dinginnya kabut rahasia
hingga kebenaran datang menjelang
Nada lahir dari ujung renungan
mengalun bersama kesunyian
menepis semua kebisingan
mengalir diantara mimpi dan bayangan
Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada
rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu
hatiku
menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung rindu
dibalik nada-nada cinta aku menemukanmu
BAYANG
Oleh: Kahlil
Gibran
Setiap langkah ku ada dia
mengikuti di belakang punggungnya
Gelap dan tak terlihat
Kasat mata
Terdiam kala banyak yang membicarakannya
Seakan tak seorang pun memandang
kearahku
Sibuk mengagumi pesonanya
Sibuk meminta senyumannya
Akulah sang tak terlihat
Saat dia berada di dekatku
Akulah sang gelap
Di balik wajah cerahnya
Akulah sang kasat mata
Ada namun seakan tak ada
Akulah sang bayang
Sesuatu yang tak dianggap ada
Menunggu
Hari terhitung Minggu
Minggu pun menjadi bulan
Pagiku mengingatmu
Malamku mengenangmu
Tetap saja semua sama
Sejak kau pergi
Ku masih saja menantimu
Hingga kau kembali
Dan takkan tinggalkanku lagi
Entah kapan
Menunggumu masih
Setia tetap kujanji
Hingga kudapat kau kembali
Bersama jalani hari
Anakmu Bukan Milikmu
Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada dirinya
sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan
bentuk
Pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran sendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak
untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab
kehidupan
Tidak pernah berjalan mundur.
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat jauh dengan cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan
Sang Pemurah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana
kilat.
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.
Kahlil Gibran, “Sang
Nabi”
Sumber refrensi: Rahasia di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia. Penebit:Jingga Gemilang. 2014. Yogyakarta.