Sabtu, 28 Maret 2015

PANTUN - Abdi Kucor


Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang dikenal oleh masyarakat. Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti petuntun. Ada banyak istilah atau sebutan pantun di berbagai daerah misalnya, parikan (bahasa Jawa) atau paparikan (bahasa Sunda).

Struktur pantun terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran adalah baris pertama dan kedua yang biasanya menggambarkan alam atau lingkungan sekitar. Sampiran tidak memiliki kaitan dengan bagian kedua yang merupakan isi, tetapi harus memuat rima atau sajak yang sama dengan isi. Bagaian kedua, isi adalah pesan yang ingin disampaikan dalam pantun.

Pantun terdiri dari empat larik (atau empat baris kalau dituliskan), setiap baris biasanya terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a.

Perlu diketahui bahwa pantun merupakan karya sastra yang memiliki fungsi sebagai alat pemelihara bahasa, penjaga fungsi kata, dan menjaga alur berpikir. Seseorang harus mampu menguasai pemaknaan kata untuk menganalisis makna pantun. Secara umum pantun sebagai alat penguat penyampaian pesan.

 Mari mencoba membuat pantun, adapun langkah-langkah mudah diantaranya:
1.Tentukan terlebih dahulu jenis pantun apa yang akan Anda buat.
2. buatlah isi pantung terlebih dahulu yaitu baris ke-3 dan ke-4.
3 kemudian lengkapi pantun dengan sampiran dengan menyesuaikan rima pada isi yang sebelumnya telah dibuat. 




 Pantun Karya Sendiri

Jalan-jalan ke pulau Jawa
Mencari kata buat aksara
Jadilah anak berbudi mulia
Banyak teman hidup bahagia

Membeli akik di toko Jaka
Hitam mengkristal indah sekali
Itulah jalannya cinta
Dari mata turun ke hati

 Tas hitam motif gerigi
Dibelinya di pasar Keramat Jati
Jadilah anak rajin mengaji
Orang tua bahagia di akhirat nanti

Siang-siang makan moci
Sembari nongkrong ditemani kopi
Biarlah teman menanam benci
Mari kita menanam pekerti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar