Jumat, 27 Maret 2015

BIOGRAFI DAN PUISI KAHLIL GIBRAN


Kahlil Gibran: Seniman, Penyair dan Pengarang Besar

Kahlil Gibran lahir pada 6 Januari 1883 dan meninggal pada 10 April 1931. Ia merupak seorang seniman, penyair, dan pengarang besar dari Lebanon. Di usinya yang ke-10 tahun ia hijrah bersama ibu dan adik perempuannya ke Boston, Amerika Serikat.

Gibran kecil mengalami kekejutan budaya, seperti yang banyak di alami oleh para imigran lain. Di sisnilah Gibran mengalami alkuturasi bahasa. Tetapi hal semacam ini tidak terjadi lama, karena selanjutnya Gibran kembali ke Bairut, setelah ke Bairut Gibran dikirim ke Paris untuk melanjutkan pendidikannya.

Gibran merupakan penyair yang sangat produktif. Buku-bukunya merupakan buku terlaris internasional selama kurang lebih lima puluh tahun. Puisi-puisi dan karya-karyanya dibumbui dengan bungkul-bungkul kearifan. Dan juga tentang cinta, menyintai alam atau orang sekitar. Gibran juga menulis tentang pemerintahan. Gibran juga menulis drama Spirit Rebellious yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras untuk menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Pernah juga tulisan Gibran ini membuat ia menerima hukuman dengan dikucilkan dari Gereja Moronite. Akan tetapi pada akhirnya sindiran-sindiran Gibran tersebut dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Gibran mengalami banyak peristiwa ketika dia mendapatkan kabar kalau adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal dunia disebabkan penyakit TBC. Begitu pun dengan kakaknya yang biasa menjadi tumpuan keluarga telah meninggal juga karena penyakit TBC  dan ibunya yang juga mengalami tumor ganas dan akhirnya meninggal.

Asmara Gibran juga tidak berlangsung mulus, ketika ia menyintai seorang gadis cantik, tetapi ada kendala yaitu orang tua perempuan tersebut tidak menyetujui hubungan mereka. Karena gibran masih terlalu miskin. Kemudian, Gibran memulai surat-menyurat dengan gadis lain sampai ia merasakan jatuh cinta kembali, namun kembali gagal karena kemiskinanlah yang membatasi.

Dari dua kali hubungan cinta yang kandas di tengah jalan, malah justru yang menginspirasi seorang Gibran untuk menulis novel dengan judul Sayap-sayap Patah. Dari novel inilah Gibran menghasilkan royalti kurang lebih dua juta dolar. Sebelum tahun 1912 Broken Wings telah diterbitkan dalam bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karimi kepada seorang muridnya.

Proses suksesnya Gibran tidak lepas dari peran adik perempuannya Marianna, karena sang adik yang membiayai penerbitan karya-karya Gibran ketika mereka jatuh miskin. Uang dari hasil kerja menjahit di Miss Teahan’s Gown. Berkat kerja keras adiknya Gibran dapat meneruskan karier kesenian dan kesusastraannya.

Karya-karya Gibran diantaranya Twenty Drawing tahun 1919, The Forerunne tahun 1920, dan Sang Nabi tahun 1923. Sand and Foam tahun 1926, Jesus the Son of Man tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisnya, yang berjudul Lazarus pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran meneyelesaikan The Earth Gods pada tahun 1931. Karya yang lain yang tak kalah hebat adalah The Wanderer, yang selama ini ada di tangan Merry, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. juga tulisannya yang lain yang berjudul The Gardenof the Propeth.


Puisi-puisi Karya Kahlil Gibran



SENANDUNG CINTA
Cipt. Khalil Gibran 


Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu
nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
nada kasih mengalir menembus sukma
menyentuh batin mengalirkan sayang

Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
sungguh.. betapa segala resah mendesah
bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian
untuk siapa nada ini kan menyapa

Di relung jiwa bersemayam segala rasa
terhempas risau melayang hilang
menjelajah hati menjawab tanya
hadir membayang dalam bayang-bayang

Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya
nyata terasa getaran di jiwa
bening air mata berkaca-kaca
bak air telaga memantulkan gemerlap bintang

Sendu merayu di tengah heningnya malam
bercengkrama bersama titik-titik embun
membongkar dinginnya kabut rahasia
hingga kebenaran datang menjelang

Nada lahir dari ujung renungan
mengalun bersama kesunyian
menepis semua kebisingan
mengalir diantara mimpi dan bayangan

Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada
rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu hatiku
menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung rindu
dibalik nada-nada cinta aku menemukanmu



BAYANG

Oleh: Kahlil Gibran

Setiap langkah ku ada dia
mengikuti di belakang punggungnya
Gelap dan tak terlihat
Kasat mata

Terdiam kala banyak yang membicarakannya
Seakan tak seorang pun memandang kearahku
Sibuk mengagumi pesonanya
Sibuk meminta senyumannya

Akulah sang tak terlihat
Saat dia berada di dekatku

Akulah sang gelap
Di balik wajah cerahnya

Akulah sang kasat mata
Ada namun seakan tak ada

Akulah sang bayang
Sesuatu yang tak dianggap ada

Menunggu

Hari terhitung Minggu
Minggu pun menjadi bulan
Pagiku mengingatmu
Malamku mengenangmu

Tetap saja semua sama
Sejak kau pergi
Ku masih saja menantimu
Hingga kau kembali
Dan takkan tinggalkanku lagi
Entah kapan

Menunggumu masih
Setia tetap kujanji
Hingga kudapat kau kembali
Bersama jalani hari



Anakmu Bukan Milikmu

Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada dirinya sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk
Pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran sendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
Yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan
Tidak pernah berjalan mundur.
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat jauh dengan cepat.
Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan
Sang Pemurah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat.
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.
Kahlil Gibran, “Sang Nabi”






Sumber refrensi: Rahasia di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia. Penebit:Jingga        Gemilang. 2014. Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar